Agen Judi, Agen Bola, Agen Casino, Agen Poker, Agen Togel
0

Perang Negeri Bir dan Vodka di Negeri Wine – AgenBola

Perang Negeri Bir dan Vodka di Negeri Wine – AgenBola
Agen bola, Agen Sbobet, Agen Ibcbet, Agen 368Bet, Judi Bola, Taruhan Bola, Bandar Bola, Master Agen Bola, Bandar Sbobet, Judi Online,

Euro 2016 Prancis. Tuan hunian bersama keramahannya yg dikenal elok itu menyuguhkan wine. Inggris bersama gaya mabuk & mentang-mentang, datang dgn bir kalengan di tangan. Tetapi Inggris yg merasa jadi penguasa, termasuk juga dalam urusan sepak bola, tidak lihat-lihat situasi. Mereka salah senggol bersama menyentil Russia yg terbiasa minum vodka.

mungkin gambaran di atas sesuai utk mengurai musabab bentrokan di Marseille dulu. Bentrokan yg karena gesekan budaya.

Sepintas, bentrokan itu tampak mengatasnamakan sepakbola & negeri. Dikarenakan berlangsung sebelum & waktu turnamen. Paling-paling penyulutnya serta sama saja dgn di Indonesia, saling ejek & ajakan membunuh lewat chant macam, “Bantai!” atau “Dibunuh saja!”.

Tetapi dapat terasa naif serta jika menyampaikan begitu. Lantaran jelasnya sepakbola itu mempersatukan negara-negara. Dalam satu buah kompetisi yg saling jegal & mengalahkan saja masihlah dikasih tajuk “laga persahabatan”, lebih-lebih event seperti Euro 2016. Sepakbola diposisikan sbg fasilitas pemersatu. Sedikit berdosa bersama sepakbola malah bila kita menuduh adu tidak sedikit bola masuk gawang ini yang merupakan biang keroknya.

Apabila hendak ditakar lebih dalam, bakal dibilang seandainya bentrokan itu merupakan dikarenakan gesekan budaya. Sepakbola benar-benar sedang apes saja — atau malah telah biasa lantaran seringnya –, diwarnai bentrokan antarsuporter. &, juga sebagai pengiris & pengurai yg pass jelang dari gesekan budaya itu yakni : budaya minum.

Namun bukan berarti bentrokan diluar & berlanjut di dalam stadion ini karena minuman keras (miras). Di regulasi stadion penyelenggaraan Euro pula terang disebutkan bila miras dilarang beredar di ruang stadion, lebih-lebih masuk. Alkohol dicekal.

Seandainya menganggapnya lantaran resiko alkohol, malah seperti cekaknya nalar para perancang undang-undang Larangan Minuman Beralkohol 2015 dulu. Dalam salah satu pasalnya disebutkan bahwa pelarangan & pembatasan miras itu “…membuat ketertiban & ketentraman di penduduk dari rintangan yg ditimbulkan oleh peminum minuman beralkohol”.

Tidak Berhasil paham, tidak berhasil pasal. Sebab perancang undang-undang Dewan Perwakilan Rakyat kita itu tak sanggup membedakan antara peminum & pemabuk. Kemungkinan, bersama bentrokan pendukung Inggris lawan pendukung Rusia di Prancis ini sanggup sedikit memanjangkan pola pikir mereka. Supaya tidak terbatas dalam lingkar otak yg semakin menyempit sebab cekokan agama itu.

Mencari Ilmu dari bentrokan itu, sehingga akan dikatakan bahwa Inggris yakni pemabuk & Rusia merupakan peminum.

Urusan budaya minum, Inggris sebenarnya lebih dikenal dgn minuman nonalkohol : budaya minum teh utk menjamu tamu, kalem, nyore, atau sohib dalam bergelut bersama tumpukan buku & literasi. Sting bahkan mengabadikan budaya minum teh bangsanya tersebut dalam lagu legendarisnya, Englishman in New York. Lagu Indah yg cepat di buka bersama baris penahbisan, “I don’t drink coffee. I take tea, my dear”.

Bolehlah dibilang, teh itu sebenarnya jalan hidup Inggris, sementara bir merupakan pola hidup.

Ini nyaris sama bersama warga kota-kota akbar di Indonesia yg sejak mulai terjamuri Beer House. Bergaya hidup nongkrong di cafe atau bar, memesan bir dalam ukuran tower bersama patungan. Sementara jalan hidup mereka sehari-hari yakni nongkrong di warung kopi bersama rokok ketengan. Sehingga tidak heran jikalau mereka minum sedikit saja telah merasa sok mabuk.

Bersama bir saja Englishman ini telah bergaya sok jago. Padahal, Bir Facts (2003) sempat menyebutkan bahwa budaya kapabilitas British dalam menenggak bir itu terendah di Eropa. Alkohol dari minuman dgn system peragian lambat yg berasal & beredar di British cuma berada di kisaran 4% ke bawah.

Sama halnya bersama di sepakbola. Inggris yg kebolehan tim nasionalnya cuma segitu-gitu melulu ini tetap mabuk harga diri urusan siapa penemu olahraga ini.

Pernyatan yang merupakan negeri penemu sepakbola masihlah konsisten dilestarikan ke dunia sampai sekarang. Diselundupkan lewat propaganda dalam peraturan sepakbola. Perhatikan saja ketetapan baru Law of The Game FIFA ini masih mesti datang dari & disetujui oleh IFAB yg terdiri dari British country (Inggris, Skotlandia, Wales pula Irlandia Utara). FIFA masihlah mesti kulonuwun lalu terhadap British seandainya mau memembaharui aturan bola.

Sementara Rusia, mereka peminum. Vodka yakni minuman penghangat bagi bangsa yg tinggal dekat bersama Kutub Utara tersebut. Kadar alkohol minuman ini dapat sepuluh kali lipat lebih dari bir Inggris tadi, tapi mereka menjadikannya yang merupakan penghangat dalam menjalani keseharian hidup dgn dinginnya cuaca.

Rusia & negara-negara pecahan Uni Soviet yang lain terbiasa minum vodka bukan bersama maksud mabuk. Melainkan yang merupakan penghangat. Sebab cuma dgn sekali shot saja telah terasa keras & panasnya. Mereka tidak butuh puluhan gelas & berkaleng-kaleng macam bir. Sehingga tidak heran seandainya Rusia terbawa dgn vodka, sedikit saja tersenggol, telah bereaksi.

Para peminum sadar bakal fungsi & resiko dari apa yg ditenggaknya. Peminum bakal tahu kapan saatnya berakhir supaya konsisten kontrol. Siap bersama responsibility (tanggung jawab) & sadar risiko.

Pemabuk? Ah, sedikit saja telah meracau & berlangsung sempoyongan, padahal pula lebih tidak sedikit dibuat-buat demi menaikkan gengsi. Pemabuk bakal tidak dengan kontrol & berkali-kali tenggak sampai mabuk. Ya, lantaran benar-benar mabuk yaitu maksud.

Rusia peminum, Inggris pemabuk, sementara Prancis yakni tuan hunian yg kece. Prancis menyuguhkan wine beserta sajian. Ingin juga sebagai pembuka atau penutup sajian, dapat dipersilakan dgn senyuman. Semakin asik menikmati minuman beralkohol ini apabila tepat saran, dgn trik minum yg nyeni : memutar-mutar gelas apalagi dulu sebelum menghirup aromanya pelan-pelan diwaktu menenggaknya.

Dulu, Bung yg timnasnya lagi nganggur, memilih yg mana di Euro 2016 ini; peminum, pemabuk atau tuan hunian? Kalau peminum & pemabuk itu masihlah harap-harap cemas, sehingga tuan hunian dgn botolan anggur klasik-lah yg telah tentukan lolos dari fase kelompok.

Sang tuan hunian pun menyiapkan anggur yg tidak kalah berkelasnya. Tipe wine dari salah satu provinsi mereka sbg penanda perayaan jawara. Anggur yg diperebutkan dalam tidak sedikit kontes. Tipe wine yg ditunggu, meskipun cuma utk dinikmati buih hasil muncratannya saja : sampanye.

Supports By KissGroup88 :

  1. Agen Bola
  2. Agen Sbobet
  3. Agen Maxbet
  4. Agen Ibcbet
  5. Agen 368bet
  6. Judi Bola
  7. Taruhan Bola
  8. Bandar Bola
  9. Master Agen Bola
  10. Bandar Sbobet
  11. Judi Online
  12. Agen Euro 2016 France
  13. Bandar Euro 2016 France

KissBola88

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *